Rabu, 25 April 2012

critone dewe


Mas Fuad
"MasBro, piye carane (gimana caranya) ngelamar kembang desa (bunga desa) tanpa ditolak?" tanya MasFuad sambil santai setelahmelakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai misal bersih2 rumah, cuci piring cuci kaki, shalat, nyapu luar dalam karena emang sebenarnya MasFuad orang nya rajin dan tidak sopan :)

"nganu wae Fu, dirimu jadio presiden wae lah trus lamar tuch si Bunga desa atau bunga pesbuk, kemungkinan besar ga bakalan ditolak, kalo toch di tolak anggep azza melawan pemerintah !!" jawab MasBro
 
"Manteeeep kuwi MasBro, cucok buaangeeettt, tapi sik sik sik,...
Sing gendeng (edan) kuwi aku opo njenengan (anda) ???" ledek MasFuad
 
"Sing Gueendheng (yg Gila) yang tanya Fu !!!
Salahmu tanya kok ga bermutu tur pemaksaaan !!! Emang yang punya cinta atau keputusan embahmu po Fu ??? Sampe2 kalo ngelamar ga di tolak....
Ingat Fu,... Cinta itu ga bisa dipaksakan Fu dan bisa juga seseorang menikahi seseorang tanpa cinta tapi mereka bisa hidup bahagia kok,....
 
Cobalah belajar "MENCINTAI ORANG YG KITA NIKAHI KARENA GA SELALU BISA MENIKAHI ORANG YANG KITA CINTAI" kata MasBro
 
"Tapi khan ada ada orang2 yang melamar seorang wanita dengan dan dia berkata ama si wanita tersebut dengan menyodorkan hadist yg isinya kayak gini,
"Jika datang seorang laki-laki shalih kepadamu (untuk melamar), sedang kau tahu ia baik akhlak dan agamanya lalu kau tolak, maka jadilah fitnah buatmu dan kerusakan yang besar"
nah rata2 si wanitanya itu menjadi serba salah dan akhirnya menerima, namun tidak sedikit yg gagagl dlm pernikahan MasBro, piye kuwi ???" Rasa pengen tahu MasFuad semakin besar
 
"Yang bilang gitu siapa ke siapa???" tanya
 
"Orang yg mau ngelamar si wanita itu MasBro!!!" jawab MasFuad
 
"Gubyaakkksss,...
Jadi yg ngomong si Laki2 yg ngaku2 shalih dan menyampaikan hadist tsbt ke siwanita agar si wanita ga bisa berkutik untuk menerima lamaran tersebut, Haddeeeeeeeeeeeeeewwwww,.....
Itu mah Ngaku2 MasFuad,....
Orang yg yang diakui keshalihannya itu lebih terbukti dari pada orang yg ngaku2 shalih apalagi ada motiv dibalik itu semua, kalo saja yg bilang orang lain yg bener2 tahu keshalihannya itu sieh ga papa asalkan bisa dipertanggung jawabkan, karena tidak sedikit lelaki zaman sekarang yang mengatas namakan agama untuk meraih apa yg dia inginkan. INILAH IRONIS nya zaman sekarang Fu...
 
"Kalo ga salah hadits Riwayat dari Ibnu Majah yang lengkapnya begini
"Jika datang seorang laki-laki kepadamu (untuk melamar), sedang kau tahu ia baik akhlak dan agamanya lalu kau tolak, maka jadilah fitnah buatmu dan kerusakan yang besar"---- jadi bukan si laki2 yang mau ngelamar itu yang ngomong karena dengan cara itu si laki2 itu sudah ngaku2 dan menyudutkan si wanita agar mau nerima lamarannya, cobalah kroscek dulu dan lihatlah bagaimana dia bersikap pada kedua orang tuanya dan sanak saudara serta temen2nya, itu salah satu cara melihat ke shalihan orang tersebut secara nyata, karena lingkungan berperan besar dalam pembentukan Pribadi, karakter dan kebiasaan hingga watak. " ucap Masbro
 
"Lha trus piye Masbro ???"
 
"Jangan asal terima, tetap disaring dan berkoordinasi dengan kedua orang tua karena restu orang tua adalah kebahagiaan kaliann nantinya, dan satu lagi kalo ada orang yang suka ngaku2 justru perlu dipertanyakan kebenarannya, karena orang yg ngaku2 itu belum tentu terbukti kebenaranya, tapi kalo orang yg diakui keshalihannya itu jelas rata2 lebih nyata kebenarannya" ucap MasBro
 
"Lha terus kalo Masbro sndiri Shalih opo ora ???" sambil senyum ke MasBro
 
"Gubyaaaakkksss,.... Takon kok sing aneh2 tho Fu, lha wong ane bukan santri, bukan ustadz, juga bukan kyai dan masalah agama azza Guoobloknya minta ampun kok ditanya kayak gitu,.... Ane hanya manusia yang pengen lepas dari masa lalu yg buruk dan ingin berubah lebih baik, walau ga mudah dan sering pasang surut, jangan tanya sahalih opo ora iku,....
tapi minta doaanya azza agar ane bisa lebih baik lagi dari masa lalu dan ga mengulang kegilaan Ane dimasa lalu hingga duluuuuuu buuaaangeeett rasanya pengen mati njalanin hidup ini, tapi alhamdulillah waktu membuat ane sadar Fu,..." sambil menghela nafas panjang
 
"HAH ??? Sampe mati segala MasFu ??? emang ono opo ???"
 
Wis ach ga ono opo2 Fu, biarlah masa lalu yang kelam terkubur seiring berjalannya waktu karena insyaAllah tidak menilai atas hasil yang kita peroleh namun bagaimana cara kita dgn bijak meraihnya,...
yuk kita keluar menghirup udara pagi" sambil menggandeng tangan masFuad agar dia ga tanya lebih dalam msalah itu,...

Selasa, 06 Desember 2011

Buang angin

BUANG ANGIN
Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya: “sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah…!” “kok harus ditutup sih mas…?” kata istrinya “yah. Pokokmya ada sesuatu untukmu…” Mereka pun berangkat dengan menggunakan Taxi, begitu sampai di tempatnya yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istrinya, tapi si suami belum mangajak istrinya membuka tutup mata.
Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama suaminya si istri puar-pura minta tolong dibikini minum: “Mas ambilin saya minum dong…!”
Si suami Kemudian pergi mengambil minum, ketika suaminya pergi si istri buang angin “tuuuut..” pas suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dia bilang ke suaminya…”Mas minumannya kurang manis, tambahin gula llagi yah…” Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya, ketika suaminya pergi si istri kentut lagi “tuuuuut….” Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dengan berat hati si istri minta ditambahkan gula lagi, saat suami pergi istri kembali buang angin “tuuuuut”
Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang anginnya. Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si suami membuka tutup mata si istrinya, si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan disampingnya ada mertunya, sambil malu-malu si istri bertanya “oh Baoak, sudah lama datang…? “kemudian sang mertua menjawab, “sudah, sejak kentutan pertama…”

Senin, 05 Desember 2011

TOBAT SANG GUS

TOBAT SANG GUS
Turun dari Bus ...
Udara masih begitu panas hari ini. Semakin banyak saja bangunan – bangunan berkaca yang membuat pantulan luar biasa dan menyebabkan penipisan ozon bumi yang kemudian kita menyebutnya global warming atau pemanasan global. Manusia tak sadar juga betapa pelik alam ini, begitu marah mereka karena merasa tak diacuhkan. Penebangan hutan secara bebas, sungai sebagai media pembuangan sampah, dan banyak lagi kerusakan – kerusakan alam yang dilakukan manusia yang pada akhirnya merugikan mereka pula. Sungguh dengan bencana – bencana beberapa tahun belakangan ini, Allah telah mengingatkan kepada manusia akan kebesaranNya, akan kemurkaanNya bahwa manusia sudah banyak melupakan Tuhannya. Sehingga tak pernah mau bersyukur apa yang sudah ia dapat, dan sehingga pula ia menjadi orang – orang yang Kapitalis dan Hedonis, yaitu orang – orang yang gila akan keindahan dunia, dan selalu merasa kurang dibuatnya. Ah... manusia.
Aku segera masuk kedalam kelas, pikiranku masih saja terpana dengan sosok pemuda aneh tadi. Penampilannya itu lho,,, kok gak sesuai dengan bacaannya. Baru kali ini aku melihat seorang preman baca buku panduan sholat. Ahh.. aku jadi penasaran, siapa dia sebenarnya.
Hayoo... lagi mikir jorok ya?”. Ledek Mira teman sekelasku. Sebenarnya namanya adalah Jumirah, tapi ia lebih suka di panggil Mira.
ich.. apaan sih, gak kok. Kamu tuch yang SuKirJo.”
siapa tuch SuKirJo, tetanggamu?”.
Huss.. bukan! SuKirJo itu ...Suka Mikir Jorok, kayak kamu itu. hahahaha”
Wajah cantik Mira berubah memerah dan berlari mengejarku. Aku terbirit sambil masih menahan geli.
Awass kamu Husna!!”.
Aku tinggalkan Mira dari kelas ke perpustakaan fakultas. Masih ada waktu setengah jam untuk sekedar membaca-baca sebelum kuliah Tafsir di mulai. Ku buka cerpen berjudul Cinta tak Kenal Kasta karangan Elsa Sarah itu. Buku ini bercerita tentang dua sejoli dengan jauh perbedaan status.
Tiba – tiba aku teringat kembali dengan pemuda tadi. Kini ku tahu ternyata ia adalah seorang anak kyai- Gus-red. Aku mengetahuinya dari seorang bapak yang ku temui tadi siang ketika usai mengerjakan sholat dzuhur di Masjid Al Mahbub, yang kemudian aku mengetahuinya bahwa ia adalah kyai masjid tersebut sekaligus ayah dari Syaif El Habib. Yups! Orang yang selama ini aku anggap preman itu bernama Syaif El Habib. Aku sempat di buat takjub dengan pengakuan kyai yang juga bernama Kyai Habib itu. Menurut penuturannya, El –begitu ia memanggil putranya- sebenarnya memang seorang yang baru saja keluar dari dunia anak muda yang sarat akan negatif itu. Dan saat ini ia sedang menjalani proses belajar islam, terutama sholat. Sebetulnya ia tak buta – buta amat tentang islam, tapi dia bilang, ia lupa bagaimana cara – caranya, karena sudah sekian lama ia tinggalkan kegiatan ritual islami itu.
Satu tahun kemudian . . .
Lantunan kidung cinta mengalun begitu indah nan merdu, ketika ia mendekat ke tempat dimana aku berdiri sekarang. Seakan angin semilir menelusup halus ke ruang hatiku. Tak tau apa yang akan ia tuju, kenapa ia berjalan menuju ke arahku. Semakin ia mendekat, jantungkupun berdegup begitu hebatnya.
Husna, Are u ok?” tanya Mira kepadaku ketika melihat wajahku yang berubah pucat pasi.
i’m still fine, Mir”. Jawabku terbata.
tapi kamu tak terlihat baik – baik saja Na..”.
Aku tak bisa memungkiri, aku begitu gugup dan takut bertemu dengan pemuda gagah, sholeh, bijaksana dan berwibawa ini. Ia mendekat, menyapa, mengajakku berbicara dan . . .
“Brak!!” aku terjatuh pingsan.
Dalam hatiku berkata, “apa – apaan aku ini, ia hanya menyapa dan mengajakku berbicara. Tapi argh!! Percakapan ini sangat tak biasa, sebelumnya ia tak pernah ingin sedekat ini denganku. Ia sungguh – sungguh ingin lebih dekat denganku”. Beberapa menit lalu ....
Husna, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu”. Katanya perlahan, sopan, dan dengan wibawa tampannya.
Itulah yang kemudian membuatku sekarang terbaring di ruangan sejuk dengan bau khas obat – obatan ini. keterkejutan yang amat hebat menyergapku. Karena sebelumnya tak pernah aku alami perasaan sedahsyat ini, ia hanya mengucapkan sebait kalimat. Tapi itu begitu membuatku lemah tak berdaya sekarang. Aku telah lama mengidap gejala jantung. Dan kali ini, bukan gejala lagi. Aku telah terkena serangan jantung.
El yang sedari tadi menungguiku di ruang opname, tak hentinya melantunkan ayat suci untuk kesembuhanku. Tak hentinya ia meneteskan air dari matanya yang senantiasa terjatuh di balik punggung tanganku.
Ku dengar suara sepatu berbahan karet, berlari – lari kecil menuju ke ruanganku. Dan membuka pintu dengan tergesa-gesa sepertinya.
Husna.... kenapa kau nak, bangun nak..”. iya, ia adalah ibuku. Ibu memelukku, sekian lama. Air matanya membasahi sebagian selimut yang disediakan perawat rumah sakit itu untukku.
siapa nak ini?”. tanya ibu pada El.
saya Syeif El Habib bu, panggil saja El. Sayalah yang menyebabkan Husna seperti ini bu”.
apa maksutmu anak muda?” tanya ibu tidak mengerti.
Lalu El membawa ibu ke luar ruangan opname ku. Entah apa yang akan mereka bicarakan, yang jelas aku yakin mereka sedang membicarakan keadaanku dan kronologis kejadian aku sampai pada rumah sakit ini. tak lama kemudian mereka kembali ke dalam ruangan, dan kini ibu berganti posisi dengan El , disampingku. Ibu membisikan sesuatu, menanyakan hal penting kepadaku. Dan seandainya saja aku dapat membuka mata dan berbicara, maka aku akan memeluk ibu dan mengangguk mantap. Namun apalah dayaku. Aku hanya diberi pilihan untuk menjawab dengan air mata. Jika air mata yang aku keluarkan hangat, maka itu jawaban untuk ‘tidak’, jika air mata yang aku keluarkan dingin, maka itu adalah jawaban untuk ‘iya’. Aku sangat bahagia di tengah keadaanku yang tak membahagiakan ini.
Keesokan harinya...
Segenap keluarga besarku berkumpul di ruanganku, aku masih berbaring lemah tak berdaya. Akad nikah segera akan dimulai. Tapi , El tak jua datang.
Tiba-tiba seorang satpam masuk menemui Kyai Habib yang sedari tadi duduk di sofa panjang yang sudah di siapkan untuk ijab qobul itu. Sang satpam dengan nafas terengah – engah berkata “pak, apakah bapak adalah ayah dari Syeif El Habib?”.
iya, betul. Bagaimana anda bisa tau?” jawab calon mertuaku itu heran.
saya menemukan seorang jenazah atas nama Syeif El Habib Bin Habib di jalan raya depan Rumah sakit ini akibat kecelakaan truk. Beliau meninggal seketika setelah kecelakaan terjadi”. Kami semua yang mendengar berita tersebut sangat terkejut. Ibu langsung memelukku dengan erat. Aku sendiri, ingin sekali berontak menangis sejadinya dan seolah – olah ingin protes kepada Sang Khaliq kenapa Ia mengambil kebahagiaan yang hampir saja aku raih. Oh... Allah, ini sungguh berat. Aku mohon dengan sangat ya Allah kembalikan dia ke dunia ini. berita dari satpam tadi tidak benar kan Ya Allah?
Tiba – tiba Mas Fari kakak dari El menyela pembicaraan kyai Habib dan Satpam yang sedang menceritakan kronologis kejadian kecelakaan itu.
tunggu Bah,apakah tidak sebaiknya kita melihat dulu apakah benar jenazah yang ditemukan bpak ini adalah El?”. Ucap Kak Fari pada Kyai Habib.
Dengan segera dan tanpa banyak kata kyai Habib bergegas meninggalkan kamarku. Identitas yang ditemukan oleh satpam tadi memang benar milik El. Namun . . .
Pak Bunga mawarnya berapa harganya?”tanya seorang pemuda pada penjual bunga dekat rumah sakit ini.
Fari berbicara pada hatinya “sepertinya aku mengenal suara ini”. dan ketika fari dan kyai menengok ke arah sumber suara itu, mereka mendapati El bersama setangkai bunga mawar merah kesukaan Husna.
El?????????” ucap kak Fari dan kyai Habib hampir bebarengan.
kenapa bah, kak Fari?”. Jawab Fari tak kalah terkejutnya.
kenapa wajah kalian terlihat panik sekali, ada apa dengan Husna?”.Lanjut El.
kami sedang mencarimu El. Bergegaslah, akad nikahmu akan segera dimulai”. Ucap Kak Fari dengan menggandeng tangan kanan El.
Sesampai di kamarku, dengan perasaan haru semua orang yang berada dalam ruangan itu menyambut El dengan senyuman, ada juga yang menangis tersedu. El tidak tahu bahwa sesungguhnya semua orang telah menantinya dengan cemas, apalagi aku. Aku sangat mengkhawatirkanmu calon suamiku. Semua sepakat untu tidak menceritakan penuturan satpam tadi pada El. Satpam itu hanya menemukan KTP El yang terjatuh ketika sedang membeli bunga, dan kebetulan saja KTP itu terbawa angin dan terhenti di dekat tempat kejadian kecelakaan yang kebetulan lagi, si korban tidak memiliki kartu identitas. Fyuhhh... Pak satpam oh..pak satpam.. bisa saja membuat kami semua kebingungan.
Detik – detik menegangkan . . .
saya terima nikahnya Husna Zyfa Rosyada Binti Muhammad Yasin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai”.
Dengan lantang El mengucapkan qobul nikah. Dan seisi ruangan dibuat haru olehnya. Begitu juga aku. Aku begitu bahagia, walaupun aku tak dapat melihat moment bersejarah ini setidaknya aku dapat merasakan betapa orang – orang di sekitarku sedang berbahagia melihatku bahagia, dan sedang berduka melihat keadaanku yang semakin kritis. Nafasku tak teratur lagi. Dokter beserta perawat – perawatnya telah menyerah.
Husna, bangunlah istriku. Bangun sayang. . . ini aku El suamimu. Kita sudah resmi menikah dan akan membangun rumah tangga yang bahagia sayang. Bangunlah, buka matamu”. Ku rasakan sejuk menelusup di jantungku yang sedang berjuang mempertahankan hidup ini. tak henti – hentinya El mengucap takbir, dan syahadat di telingaku. Sungguh, aku masih ingin tinggal di dunia ini Ya Allah. Namun tangan Allah lebih berkuasa. Dan aku kini semakin merasakan kosong, kosong, dan tersadar.
Ternyata aku hanya bermimpi. Huh!!. Oh Gus El. . . sang Brandhal yang bertobat.

By:Yenny Farida

Jumat, 02 Desember 2011

Sepasang Kekasih Pertama di Bumi

Sepasang Kekasih Pertama di Bumi
Di kala Nabi Adam termenung dan merasa bosan hidup di surga karena dia tidak ada yang menemani, Allah lalu menjadikan Hawa (wanita) sebagai teman sekaligus pendampingnya di surga. Allah memerintahkan mereka hidup di surga.
Di dalam surga mereka mendapat kenikmatan dari Allah , apa saja yang dikehendaki selalu terlaksana. Setiap mereka hidup dalam kebahagiaan , tak terlihat kesusahan dan kesedihan di wajah mereka. Mata mereka selalu dimanjakan dengan pemandangan surga yang amat indah, tapi Allah melarang untuk memakan buah khuldi.
Melihat kenikmatan yang diperoleh Nabi Adam dan Hawa di surga, iblis menjadi iri. Dia selalu berusaha untuk menghilangkan semua kenikmatan yang didapatkan Nabi Adam dan Hawa. iblis merayu dan membujuk Nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah larangan Allah(khuldi) dengan berbagai cara. Melalui kata-kata dan ucapannya yang manis, Nabi Adam dan Hawa pun mulai terpengaruh rayuan iblis.
Akhirnya Nabi Adam dan Hawa termakan bujuk rayu iblis dan memakan buah khuldi, Seketika itu Allah murka dan marah pada mereka. Nabi Adam dan Hawa merasa menyesal dan berdosa. Mereka lalu memohon maaf kepada Allah, Allah memaafkan mereka dengan syarat keduanya harus hidup dan menetap di bumi.
Allah menurunkan pasangan tersebut ke bumi tidak berada pada satu tempat secara bersamaan, melainkan secara terpisah satu sama lain. Nabi Adam diturunkan di india dan Hawa diturunkan di Makkah, Nabi Adam merasakan kesusahan yang sangat ketika hidup di bumi. Untuk tidur, makan, dan berpakaian saja dia harus berusaha sendiri, bahkan untuk bertahan hidup pun dia harus selalu waspada dari serangan binatang- binatang buas, tidak seperti di surga yang segalanya serba ada.
Begitu pula Hawa juga merasakan hal yang sama, terlebih dia merasakan ketakutan karena tiada ada Nabi Adam yang selalu bersamanya ketika di surga. Hawa pun selalu berjalan dan berjalan mencari di mana Nabi Adam berada, begitu pula Nabi Adam yang selalu kesepian tanpa kehadiran Hawa.
Setelah bertahun–tahun lamanya mereka berpisah, hidup sendiri dan selalu mencari satu sama lain, akhirnya Allah mempertemuakan mereka pada suatu tempat yang bernama Jabal Rahmah. akhirnya meraka pun hidup bahagia dan memiliki banyak keturunan.
Dari cerita di atas, kita dapat menyimpulkan, jika valentin adalah hari kasih sayang, ternyata Nabi Adam dan Hawalah pasangan kekasih yang pertama di bumi. Tapi rasa kasih sayang nya karena Allah SWT, bukan seperti kasih sayang ala orang-orang Barat yang hanya di dasarkan pada nafsu dan syahwat belaka.(erick)

Kamis, 01 Desember 2011

3 Pertanyaan 1 Tamparan

3 Pertanyaan 1 Tamparan

Pada suatu hari hidup seorang Pemuda beragama islam, tetapi dia tidak sepenuhnya tahu tentang islam, suatu ketika Dia pergi menuntut ilmu disebuah negara yang mayoritas Penduduk beragama Non muslim.
Setelah bertahun-tahun menuntut ilmu di luar Negeri, Pemuda tersebut pulang ke Negara aslinya, Dia kembali ke rumah menemui Ibunya. Pemuda itu berkata kepada Ibunya “wahai Ibu antarkan Aku kerumah Orang yang paling pandai mengenai agama di desa ini, lalu Ibu itu mengantarkan Anaknya kerumah seorang Kyai.
Sesampe di rumah Kyai, Pemuda tersebut bertanaya tiga hal, pertama Dia bertanya tentang “Apakah Allah itu ada? Jika ada mana buktikanya? “pertanyaan kedua “Apakah takdir itu?”dan pertanyaan yang ketiga “Jika setan diciptakan dari api mengapa syetan disiksa didalam neraka yang penuh api? Apakah itu sama saja? ”Begitulah yang ditanyakan Pemuda itu kepada Kyai.
Tampa berkata apa-apa Pak Kyai langsung menampar pipi Pemuda tersebut dengan keras, Pemuda itu pun merasa kesakitan dan Dia bertanya pada Pak Kyai “wahai Kyai, mengapa engkau menampar ku?” Sang Kyai pun menjawab sambil tersenyum “itulah jawaban dari tiga pertanyaan Mu tadi”.
Yang pertama, “apakah Allah itu ada? Jika ada mana buktinya ”Jawabanya sama dengan tamparan tersebut tidak terlihat sakitnya. Tetapi dapat dirasakan sakitnya. Beitu sekiranya Allah, Kita tak dapat melihat wujudnya tetapi dapat dirasakan .
Yang kedua “apakah itu takdir? Jawabanya sama dengan tamparan tersebut , apakah semalam kamu bermimpi akan saya tampar hari ini? Seperti itulah takdir tak ada yang mengetahui selain Allah.
Yang ketiga “jika syetan diciptakan oleh api tapi mengapa dia disiksa di dalam neraka yang penuh api? Jawab pak kyai sama “Sama seperti tamparan tadi, tangan yang berwujud kulit dan pipi juga berwujud kulit , tapi ketika saya tamparkan tangan Saya pada pipi Mu rasa sakit akan terasa.